Pada perdagangan Jumat 20 Februari 2026, IHSG ditutup pada level 8.271,77 melemah -0,03%. Transaksi IHSG sebesar Rp20,39 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp360 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka menguat tetapi dilanjutkan dengan pergerakan yang volatil di area -0,3% sampai +0,15% hingga ditutup melemah tipis -0,03%. Penguatan tipis pada big bank tidak cukup menaikkan IHSG karena sektor pertambangan nikel serta emiten konglomerasi Barito menjadi pemberat yang signifikan. Penguatan paling tinggi dari sektor tekstil setelah rilis berita mengenai pakta kerjasama antara Indonesia dengan Amerika Serikat dalam ekspor-impor industri tekstil yang tidak dikenakan biaya tarif. Minggu ini diperkirakan IHSG akan bergerak dengan volatilitas tinggi disebabkan penerimaan MSCI terhadap reformasi pasar modal, isu geopolitik antara US-Iran, hingga penguatan tajam harga emas dunia. Pada perdagangan Senin 23 Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.170 – 8.400. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti EXCL, ADMR, dan MLPL.