Daily Research 29 Januari 2026

Pada perdagangan Rabu 28 Januari 2026, IHSG ditutup pada level 8.320,56 melemah -7,35%. Transaksi IHSG sebesar Rp45,5 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp6,12 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka melemah tajam hingga terjadi Trading Halt saat sesi kedua pasar berjalan. Aksi panic selling terjadi disebabkan pengumuman oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai pembekuan sementara pemilihan saham Indonesia dalam indeks kapitalisasi kecil serta besar yang dibentuk oleh MSCI pada Kuartal pertama serta kedua tahun 2026. MSCI juga menegaskan untuk diselesaikan peraturan free-float untuk pasar saham Indonesia lebih transparan. Hal ini menyebabkan terjadi aksi panic selling karena kekhawatiran saham-saham yang sebelumnya digadang gadang akan masuk Indeks kemudian berubah menjadi tidak. Pesimisme pasar juga terjadi pada saham konglomerasi yang telah masuk indeks karena khawatir akan segera dikeluarkan dalam waktu dekat, yang menyebabkan outflow masif di pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Kamis 29 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.950 – 8.350. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti LPPF, MEDC, dan PNLF.


Lastest Post