Daily Research 29 April 2026

Pada perdagangan Selasa 28 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.072,39 melemah -0,48%. Transaksi IHSG sebesar Rp17,51 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,24 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup melemah dipengaruhi oleh aksi jual bersih investor asing yang masif mencapai Rp2,04 triliun serta tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti DSSA dan AMMN di tengah penantian pasar terhadap rilis data FOMC. IHSG diprediksi masih rawan terkoreksi guna menguji area gap bawah di level 7.022 hingga level psikologis 7.000 seiring dengan tingginya volatilitas pasar. Secara global, sentimen utama yang akan berdampak adalah rilis hasil pertemuan The Fed (FOMC) dan pernyataan Jerome Powell mengenai arah suku bunga di tengah risiko inflasi energi akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah yang belum mereda. Sementara itu, dari level domestik, perhatian investor akan tertuju pada rilis data inflasi tahunan (yoy) periode April yang diperkirakan meningkat akibat dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi serta respons pasar terhadap persaingan imbal hasil (yield) antara instrumen SRBI dan Surat Utang Negara. Pada perdagangan Rabu 29 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.000 – 7.200. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti RMKE, HMSP, dan SCMA.


Lastest Post