Daily Research 21 Mei 2026

Pada perdagangan Rabu 20 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.318,50 melemah -0,82%. Transaksi IHSG sebesar Rp22,36 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp130 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah untuk hari ketiga beruntun dipicu oleh wacana terkait finalisasi regulasi badan tunggal ekspor komoditas yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subiantoa. IHSG diprediksi akan mulai memasuki fase konsolidasi atau technical rebound terbatas pada perdagangan besok dengan menguji level support kuat di kisaran 6.150 - 6.200 setelah mengalami kondisi jenuh jual (oversold). Secara global, fokus investor tertuju pada rilis risalah rapat FOMC (The Fed Minutes) yang diperkirakan akan tetap mempertahankan nada hawkish akibat inflasi global yang persisten dipicu oleh berlanjutnya blokade Selat Hormuz. Sementara dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada dokumen KEM PPKF RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR, di mana pelaku pasar mencermati target pertumbuhan ekonomi, postur defisit anggaran, serta strategi pemerintah dalam meredam gejolak eksternal demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. Pada perdagangan Kamis 21 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.300 – 6.630. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti KLBF, BBTN, dan GTSI.


Lastest Post