Daily Research 22 Mei 2026

Pada perdagangan Kamis 21 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.094,94 melemah -3,54%. Transaksi IHSG sebesar Rp18,49 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp508 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah tajam dipicu oleh respons kelanjutan atas kenaikan BI Rate menjadi 5,25% serta kekhawatiran pasar terhadap target pertumbuhan ekonomi dalam dokumen KEM-PPKF RAPBN 2027 yang dinilai terlalu menantang di tengah ketidakpastian global. IHSG diprediksi masih akan bergerak konsolidasi cenderung melemah. Secara global, pelaku pasar bersikap waspada terhadap rilis data manufaktur (PMI) global yang menunjukkan perlambatan ekonomi, di tengah harga minyak mentah Brent yang masih bertahan tinggi di level US$105 per barel akibat ketegangan geopolitik yang belum mereda. Sementara dari dalam negeri, fokus investor tertuju pada efektivitas kebijakan intervensi Bank Indonesia di pasar valas serta realisasi dari implementasi badan tunggal ekspor komoditas yang terus dicermati pelaku pasar. Pada perdagangan Jumat 22 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.900 – 6.330. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti MYOR, HMSP, dan DKFT.


Lastest Post