2026-02-11 07:07:38 | category : BIS | company id : INEW
04125638 IQPlus, (11/2) - Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena investor mencerna angka penjualan ritel yang mengecewakan dan menunggu laporan pasar tenaga kerja yang penting. Sektor jasa komunikasi S&P 500 terbebani oleh saham Alphabet setelah perusahaan induk Google tersebut mengatakan telah menjual obligasi senilai US$20 miliar. Pengumuman tersebut muncul ketika investor khawatir tentang jumlah uang yang menurut perusahaan teknologi harus mereka keluarkan untuk mendukung booming kecerdasan buatan, dengan Amazon, Alphabet, Meta, dan Microsoft secara kolektif diperkirakan akan menghabiskan ratusan miliar dolar pada tahun 2026 saat mereka berlomba untuk mendominasi AI. Sementara itu, penjualan ritel AS secara tak terduga stagnan pada bulan Desember karena rumah tangga mengurangi pengeluaran untuk kendaraan dan barang-barang mahal lainnya, menunjukkan jalur pertumbuhan yang lebih lambat untuk pengeluaran konsumen dan ekonomi menjelang tahun baru. Angka yang stagnan tersebut dibandingkan dengan perkiraan ekonom untuk pertumbuhan 0,4 persen. Harapan para trader sedikit meningkat terhadap kebijakan moneter yang lebih lunak dari Federal Reserve, dengan kemungkinan penurunan suku bunga satu tingkat pada bulan April naik menjadi 36 persen dari 32,2 persen pada hari Senin, menurut alat FedWatch dari CME Group. Namun, pasar masih memperkirakan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap hingga Juni, ketika calon ketua Fed pilihan Presiden Donald Trump, Kevin Warsh, akan mengambil alih jika disetujui oleh Senat AS. Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott, menggambarkan data ritel yang mengecewakan sebagai "kabar buruk adalah kabar baik," terutama untuk indeks industri yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas dan real estat, yang memimpin kenaikan sektor acuan. Menurut data awal, S&P 500 kehilangan 23,49 poin, atau 0,34 persen, dan berakhir di 6.941,33 poin, sementara Nasdaq Composite kehilangan 139,49 poin, atau 0,60 persen, menjadi 23.099,18. Dow Jones Industrial Average naik 43,15 poin, atau 0,08 persen, menjadi 50.179,02. (end/Reuters)
| Tanggal | Category | Headline | Details |
|---|---|---|---|
| 2026-02-11 07:07:38 | BIS | INDEKS S&P 500 DAN NASDAQ DITUTUP TURUN PADA SELASA | 04125638 IQPlus, (11/2) - Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena investor mencerna angka penjualan ritel yang mengec... Readmore |
| 2026-02-11 07:04:57 | BIS | UI GREENMATIC DAN BEI DORONG PRAKTIK KEBERLANJUTAN KORPORASI | 04125482 IQPlus, (11/2) - UI GreenMetric bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (IDX) mendorong praktik keberlanjutan untuk korporasi dengan melal... Readmore |
| 2026-02-11 16:55:32 | BIS | PACU EKONOMI SYARIAH, LPS TEKANKAN PENGUATAN SUPLAI DAN REGULASI | 04160749 IQPlus, (11/2) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menekankan pentingnya penguatan sisi suplai produk maupun kredit, serta dukungan regulasi... Readmore |
| 2026-02-11 17:00:20 | BIS | BSI: PEMBIAYAAN BERKELANJUTAN CAPAI RP73,92 TRILIUN PADA 2025 | 04160959 IQPlus, (11/2) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat penyaluran pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp73,92 triliun sepanj... Readmore |
| 2026-02-11 16:51:59 | BIS | IHSG SESI II DITUTUP MENGUAT 159 POIN DI LEVEL 8.290 | 04160664 IQPlus, (10/2) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 159,228 poin atau 1,958% di level 8,290.966 pada perdagangan sesi II... Readmore |