2026-04-01 10:45:39 | category : BIS | company id : EKOM
09038718 IQPlus, (1/4) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut harga referensi (HR) biji kakao pada April 2026 mengalami penurunan akibat surplus pasokan namun tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan. HR biji kakao periode April 2026 ditetapkan sebesar 3.190,63 dolar AS per MT, turun sebesar 856,82 dolar AS atau 21,17 persen dari Maret 2026. Hal itu berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada April 2026 menjadi 2.886 dolar AS per MT, turun 836 dolar AS atau 22,46 persen dari Maret 2026. "Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi peningkatan suplai seiring dengan membaiknya produksi di negara produsen utama, yang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana dalam keterangan di Jakarta, Rabu. Bea keluar (BK) Biji Kakao periode 1-30 April 2026 merujuk pada "Kolom Angka 3 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025", yaitu sebesar 5 persen. Sedangkan pungutan ekspor (PE) Biji Kakao periode 1-30 April 2026 merujuk pada "Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo. PMK Nomor 9 Tahun 2026", yaitu sebesar 5 persen. Komoditas lainnya, yakni HPE produk kulit periode April 2026 tidak berubah dari Maret 2026. Sedangkan, komoditas getah pinus periode April 2026 ditetapkan sebesar 916 dolar AS per MT, meningkat 13 dolar AS atau 1,44 persen dari periode Maret 2026. Di sisi lain, HPE produk kayu meningkat pada beberapa jenis, yaitu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman, wooden sheet for packing box dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis meranti, rimba campuran serta sortimen lainnya jenis eboni dan dari hutan jenis pinus dan gemelina, akasia, sengon, karet, balsa, eucalyiptus dan lain-lain. Sementara itu, HPE turun untuk kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis merbau dan sortimen lainnya jenis jati. Selanjutnya, tidak ada perubahan HPE untuk wood in chips or particle, chipwood, serta kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis hutan tanaman jenis sungkai dan kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm2 periode April 2026. (end/ant)
| Tanggal | Category | Headline | Details |
|---|---|---|---|
| 2026-04-01 10:45:39 | BIS | KEMENDAG : SURPLUS PASOKAN SEBABKAN HARGA BIJI KAKAO TURUN | 09038718 IQPlus, (1/4) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut harga referensi (HR) biji kakao pada April 2026 mengalami penurunan akibat surp... Readmore |
| 2026-04-01 10:20:48 | BIS | MENAKER: INDUSTRI KREATIF BERPERAN KEMBANGKAN PROGRAM MAGANG | 09037216 IQPlus, (1/4) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut industri kreatif dapat berperan menjadi laboratorium bagi pengembangan... Readmore |
| 2026-04-01 10:25:48 | BIS | BANDARA LOMBOK LAYANI 167 RIBU PENUMPANG PERIODE AKUNTAN LEBARAN 2026 | 09037498 IQPlus, (1/4) - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, melayani 167.078 penumpan... Readmore |
| 2026-04-01 10:30:52 | BIS | PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idAA- UNTUK BANK MEGA | 09037742 IQPlus, (1/4) - PEFINDO menetapkan peringkat idAA- dengan prospek stabil kepada PT Bank Mega Tbk. Peringkat tersebut mencerminkan posisi... Readmore |
| 2026-04-01 10:35:32 | BIS | DJP: SEKTOR PARIWISATA MASIH DOMINAN SUMBANG PENERIMAAN PAJAK DI BALI | 09038078 IQPlus, (1/4) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali menyebutkan sektor pariwisata masih dominan menyumbang penerimaan paja... Readmore |