News

EKONOM : TARIF RESIPROKAL AS BISA JADI INSTRUMEN NEGOSIASI DAGANG

2026-02-20 14:11:47 | category : BIS | company id : EKOM

05050227 IQPlus, (20/2) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai keputusan penetapan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai instrumen negosiasi untuk memperluas akses pasar. "Kebijakan ini dimanfaatkan sebagai, misalnya, media negosiasi untuk memperluas akses pasar dan juga memperbaiki kepastian dagang," kata Josua dalam Economic Outlook 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat. Menurut Josua, kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar. Dirinya berpendapat percepatan diversifikasi bisa dilakukan dengan mengoptimalkan kerja sama perdagangan yang sudah ada maupun menjajaki perjanjian baru dengan mitra potensial. Sebagai contoh, Indonesia sebelumnya telah menyepakati Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Menurut dia, tarif resiprokal AS bisa menjadi modal untuk negosiasi perjanjian dagang serupa. Namun, manfaat itu dinilai relatif terbatas mengingat penerapannya terbatas pada komoditas dan subsektor tertentu. Indonesia pun tetap perlu memperkuat daya saing, standar produk, serta meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi dan industrialisasi. "Kalau tidak, itu artinya pergeseran pasar ini hanya bersifat substitusi, tanpa adanya peningkatan produktivitas dan kualitas ekspor kita," katanya menambahkan. Secara umum, ia mengatakan tarif resiprokal berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi pada 2026, terutama di tengah perlambatan global dan melemahnya permintaan eksternal. Josua menjelaskan implementasi kebijakan tarif yang dominan berpotensi meningkatkan hambatan perdagangan. Dampaknya kemungkinan akan terasa pada permintaan eksternal, rantai pasok, keputusan investasi, dan harga perdagangan. Terkait potensi peningkatan penanaman modal asing langsung (FDI) dari Amerika Serikat, khususnya ke sektor manufaktur dan logistik, Josua menilai sifatnya tetap bersyarat. Investor baru akan merespons positif apabila disertai perbaikan menyeluruh pada kemudahan perizinan, kepastian regulasi, insentif yang tepat sasaran, ketersediaan energi, kawasan industri yang kompetitif, serta konektivitas logistik yang efisien. "Tanpa syarat itu, sekalipun memang ada negosiasi ini, saya pikir investasi dari AS ke domestik kita pun mungkin akan bersyarat juga," ujar dia. Adapun Pemerintah Indonesia dan AS telah menuntaskan perundingan tarif dagang tersebut di Washington, Kamis waktu setempat (20/2). Penandatanganan ART dilakukan oleh Menko Airlangga bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Dalam kesepakatan itu, AS mempertahankan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk produk impor dari Indonesia, kecuali untuk sejumlah produk tertentu yang memperoleh tarif 0 persen. AS juga berkomitmen membentuk mekanisme agar produk tekstil dan garmen Indonesia dapat menikmati tarif resiprokal 0 persen untuk volume tertentu. Selain tekstil dan garmen, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia kini memperoleh fasilitas pembebasan tarif hingga 0 persen. (end/ant)



Tanggal Category Headline Details
2026-02-20 14:11:47 BIS EKONOM : TARIF RESIPROKAL AS BISA JADI INSTRUMEN NEGOSIASI DAGANG 05050227 IQPlus, (20/2) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai keputusan penetapan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dengan Indonesi... Readmore
2026-02-20 13:52:52 BIS ZATA KANTONGI RESTU PEMEGANG SAHAM UNTUK JUAL ASET PERSEROAN 05049929 IQPlus, (20/2) - Emiten tekstil dan gaya hidup, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), resmi mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham un... Readmore
2026-02-20 13:43:57 BIS TUNAS MEKAR KURANGI KEPEMILIKAN SAHAM CBDK 05049397 IQPlus, (20/2) - PT Tunas Mekar Jaya selaku pemegang saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) telah mengurangi porsi kepemilkan sahamnya... Readmore
2026-02-20 13:46:27 BIS SIAP GELAR RIGHTS ISSUE, GRAHA ANDRASENTRA (JGLE) BAKAL AKUISISI JUNGLELAND ASIA 05049516 IQPlus, (20/2) - PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (GAP), pengelola kawasan wisata dan properti terkemuka, mengumumkan rencana besar unt... Readmore
2026-02-20 13:32:30 BIS MANDIRI TERANG HARAPAN KURANGI KEPEMILIKAN SAHAM PEGE 05048714 IQPlus, (20/2) - PT Mandiri Terang Harapan selaku pemegang saham PT Panca Global Kapital Tbk. (PEGE) telah mengurangi porsi kepemilkan saha... Readmore

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com