News

IEA : KRISIS BLOKADE SELAT HORMUZ LEBIH BURUK DARI TAHUN 1973,1979 DAN 2022

2026-04-07 15:44:02 | category : BIS | company id : COMD

09656617 IQPlus, (7/4) - Krisis minyak dan gas saat ini yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz "lebih serius daripada krisis tahun 1973, 1979, dan 2022 jika digabungkan," kata Fatih Birol, kepala Badan Energi Internasional (IEA), kepada surat kabar Le Figaro. "Dunia belum pernah mengalami gangguan pasokan energi sebesar ini," katanya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis yang dimuat dalam edisi Selasa (7 April). Ia mengatakan negara-negara Eropa, serta Jepang, Australia, dan lainnya akan menderita, tetapi negara-negara yang paling berisiko adalah negara-negara berkembang yang akan menderita akibat harga minyak dan gas yang lebih tinggi, harga pangan yang lebih tinggi, dan percepatan inflasi secara umum. Negara-negara anggota IEA sepakat pada bulan Maret untuk melepaskan sebagian cadangan strategis mereka. Sebagian dari cadangan tersebut telah dilepaskan dan prosesnya terus berlanjut, kata Birol. Sebagai reaksi terhadap serangan Israel dan AS, Iran hampir sepenuhnya memblokir lalu lintas di Selat Hormuz, yang secara teratur dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas dunia, sehingga menyebabkan lonjakan harga energi. Sementara itu, indeks saham berjangka AS turun dan harga minyak mentah naik menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Donald Trump bagi Iran untuk mencapai kesepakatan perdamaian, dengan sinyal gencatan senjata sementara yang diimbangi oleh risiko eskalasi lebih lanjut. Para pedagang bersikap hati-hati menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Trump, yaitu pukul 8 malam Waktu Bagian Timur, dengan perhatian tertuju sepenuhnya pada Selat Hormuz. Presiden AS bersikeras bahwa setiap kesepakatan harus memastikan transit tanpa gangguan melalui jalur air tersebut. Meskipun pembicaraan "berjalan dengan baik," ia mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. (end/Reuters)



Tanggal Category Headline Details
2026-04-07 15:44:02 BIS IEA : KRISIS BLOKADE SELAT HORMUZ LEBIH BURUK DARI TAHUN 1973,1979 DAN 2022 09656617 IQPlus, (7/4) - Krisis minyak dan gas saat ini yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz "lebih serius daripada krisis tahun 1973, 1979, dan 20... Readmore
2026-04-07 15:47:13 BIS DIRUT PLN IP: KOLABORASI JADI KUNCI TRANSISI ENERGI DI ASIA TENGGARA 09656639 IQPlus, (7/4) - Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam mendorong... Readmore
2026-04-07 16:01:40 BIS GURU BESAR FEB UI SEBUT PENTINGNYA KAJIAN RISIKO PASAR DAN KEUANGAN 09656841 IQPlus, (7/4) - Guru besar bidang Manajemen Keuangan dan Risiko Pasar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Prof. Za... Readmore
2026-04-07 16:11:14 BIS ESDM : HARGA NIKEL STABIL DI ANGKA 17 RIBU DOLAR AS PER TON 09658216 IQPlus, (7/4) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan harga nikel mulai stabil di angka 17 ribu dolar AS per ton s... Readmore
2026-04-07 16:15:00 BIS WIRA LAJU TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM AVIA 09658485 IQPlus, (7/4) - PT Wira Laju Rejeki selaku pemegang saham PT Avia Avian Tbk, (AVIA) telah menambah porsi kepemilikan sahanya pada tanggal... Readmore

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com