Daily Research 1 Juli 2026

Pada perdagangan Selasa 30 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 5.643,19 melemah -3,05%. Transaksi IHSG sebesar Rp15,33 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,21 triliun di Pasar Reguler. Kejatuhan terdalam ini didorong oleh faktor kapitulasi pasar akibat kepanikan psikologis ekstrem atas jebolnya nilai tukar Rupiah dan potensi efek domino penutupan paksa (forced selling) rekening margin di akhir semester I. Selain likuidasi portofolio final oleh manajer investasi, pasar dihantam kecemasan pra-rilis data makroekonomi domestik yang memproyeksikan aktivitas ekspansi dunia usaha (PMI Manufaktur) akan jatuh ke zona kontraksi sebagai dampak nyata dari pengetatan moneter agresif BI Rate 5,75%. Secara global, tekanan eksternal dipicu oleh penguatan beruntun Indeks Dolar AS (DXY) ke level tertinggi barunya. Penguatan dolar global ini seketika mematikan selera risiko (risk appetite) fund manager asing dan memaksa nilai tukar Rupiah kembali ke level Rp17.900 per dolar AS. Memasuki perdagangan hari Rabu, pasar berpotensi mengalami pemulihan berkat siklus awal semester baru yang biasanya diiringi masuknya modal segar (new fund inflow) dari para manajer investasi untuk memborong saham-saham blue chip yang sudah terdiskon murah, sembari menantikan rilis data resmi inflasi Juni oleh BPS.. Pada perdagangan Rabu 1 Juli 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.530 – 5.780. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti CPIN, ARTO, dan MNCN.


Lastest Post