Pada perdagangan Senin 29 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 5.820,79,13 melemah -1,28%. Transaksi IHSG sebesar Rp9,1 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp854 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham domestik melemah signifikan akibat aksi mengamankan likuiditas kas (flight to cash) oleh institusi besar menjelang pergantian semester (final first-half window dressing liquidation). Tekanan indeks kian diperberat oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi melambatnya aktivitas ekspansi dunia usaha pada rilis data PMI Manufaktur domestik mendatang, serta risiko pembengkakan biaya dana (cost of fund) pada sektor perbankan big caps pasca-pengetatan moneter agresif dari Bank Indonesia. Secara global, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh keperkasaan Indeks Dolar AS (DXY) yang bertahan di level tertinggi seiring langkah investor global memborong dolar untuk mengantisipasi data inflasi PCE AS. Selera risiko investor makin tertekan oleh sentimen risk-off global akibat tren normalisasi harga komoditas energi utama seiring pulihnya jalur pasokan internasional. Pada perdagangan Selasa 30 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.650 – 5.900. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti KLBF, PNLF, dan PDPP.