Pada perdagangan Jumat 30 Januari 2026, IHSG ditutup pada level 8.329,61 menguat +1,18%. Transaksi IHSG sebesar Rp41,69 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,87 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka volatil menguat +2,2% dan terjun menuju -0,8% dan ditutup +1,18%. Volatilitas pasar saat sesi 1 perdagangan disebabkan berita mengejutkan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia mengundurkan diri setelah terjadi koreksi tajam di IHSG akibat tekanan MSCI untuk transparansi Free Float. Pasar tetap berakhir menguat karena optimisme pasar setelah regulator seperti OJK, Bursa, hingga Menteri Keuangan memberikan konferensi pers jika Regulator akan mengikuti keinginan MSCI. Di minggu pertama Februari, market akan memiliki volatilitas tinggi karena kekhawatiran terjadi efek domino bagi beberapa indeks yang merubah peraturan Investasi di Bursa Saham Indonesia, efek margin call, hingga akibat perubahan struktur direksi di OJK maupun Bursa. Pada perdagangan Senin 02 Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.100 – 8.400. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti KIJA, MPMX, dan OASA.