Pada perdagangan Senin 02 Februari 2026, IHSG ditutup pada level 7.922,73 melemah -4,88%. Transaksi IHSG sebesar Rp29,17 T serta investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp593 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak koreksi tajam hingga mencapai level terendah -6% sebelum tutup di level 4,88%. Koreksi tajam ditengarai akibat dari pesimisme lanjutan pelaku pasar akibat dari penurunan rating pasar saham Indonesia oleh Nomura serta koreksi lanjutan emiten konglomerasi. Regulator menyatakan akan membuka secara transparan investor emiten yang memiliki saham sebanyak >1% kepemilikan. Hal ini dikhawatirkan menjadi titik awal dimana saham-saham konglomerasi yang sudah masuk kedalam indeks MSCI akan dikeluarkan dalam waktu dekat seperti BREN, PTRO, RATU, hingga DSSA. Inflasi indonesia dibulan Januari mencapai level +3,55%, level tertinggi sejak Maret 2023 dan berada diatas level Tingkat Bunga Pinjaman di level 3,5% serta diatas target Inflasi BI di level 2,5 +- 1%. Hal ini menyebabkan kecenderungan risk-off dana Asing terhadap sebagian besar emiten di pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Selasa 03 Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.760 – 8.120. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ICBP, CPIN, dan MIDI.