Daily Research 2 Juni 2026

Pada perdagangan Jumat 29 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.127,38 melemah -0,05%. Transaksi IHSG sebesar Rp50,15 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp8,36 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak fluktuatif dengan volume transaksi raksasa yang dipicu oleh hari efektif terakhir pelaksanaan rebalancing indeks MSCI (MSCI Semi-Annual Index Review). Tekanan jual yang luar biasa besar dari investor asing pada saham-saham big caps yang keluar dari indeks berhasil diimbangi oleh aksi beli masif investor domestik di detik-detik akhir perdagangan (pre-closing) dan kenaikan masif emiten konglomerasi grup Barito, sehingga mampu menyelamatkan IHSG dari koreksi yang lebih dalam. Secara global, fokus pasar selama akhir pekan tersedot pada rilis data inflasi inti PCE Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, memberikan sedikit angin segar bagi pasar negara berkembang (emerging markets) bahwa tekanan makro AS tidak akan memburuk. Sementara dari dalam negeri, rilis data inflasi domestik periode Mei oleh BPS yang terkendali serta rilis data PMI Manufaktur Indonesia yang tetap berada di zona ekspansif menjadi katalis positif utama. Investor kini beralih fokus pada pemulihan harga saham-saham yang sempat anjlok akibat rebalancing serta mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah di awal bulan Juni. Pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.050 – 6.190. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ARTO, NRCA, dan MINA.


Lastest Post