Pada perdagangan Senin 2 Maret 2026, IHSG ditutup pada level 8.016,83 melemah -2,65%. Transaksi IHSG sebesar Rp29,83 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp490 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka melemah tajam akibat kepanikan pasar setelah berita terjadinya perang antara Iran dengan Israel. Hal ini memberikan pesimisme terhadap pasar modal Indonesia yang dikhawatirkan dapat menyebabkan outflow investor asing. Rilisnya data tingkat inflasi sebesar 4,76% di bulan Februari menjadi sentimen pemberat IHSG. Sektor minyak dan gas, pertambangan batubara, serta emas menguat ditengah euforia harga komoditas yang menguat akibat aktivitas geopolitik global. Pada perdagangan Selasa 3 Maret 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.880 – 8.100. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti SRTG, SMDR, dan BSSR.