Daily Research 4 Mei 2026

Pada perdagangan Kamis 30 April 2026, IHSG ditutup pada level 6.956,80 melemah -2,03%. Transaksi IHSG sebesar Rp21,88 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,65 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham turun tajam hingga menembus level psikologis 7.000 dengan koreksi di seluruh indeks sektoral. Kejatuhan mendalam ini dipicu oleh kepanikan investor atas melambungnya harga minyak mentah Brent yang sempat menyentuh US$120 per barel akibat penolakan AS terhadap proposal damai Iran di Selat Hormuz, serta tekanan domestik dari pelemahan Rupiah ke posisi Rp17.346 per dolar AS. IHSG diprediksi akan memasuki fase konsolidasi dan cenderung bergerak sideways di rentang terbatas seiring dengan sikap wait and see investor terhadap rilis data ekonomi awal bulan. Sentimen global yang akan sangat memengaruhi pasar adalah sikap hawkish The Fed yang tetap menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75% serta meningkatnya risiko stagflasi global akibat guncangan harga energi yang berkepanjangan. Sementara di level domestik, pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi April yang diproyeksikan melonjak tajam serta potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berisiko memperlebar defisit APBN 2026. Pada perdagangan Senin 4 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.700 – 7.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti AADI, ELSA, dan JARR.


Lastest Post