Pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 6.195,43 menguat +1,11%. Transaksi IHSG sebesar Rp25,47 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,37 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak menguat signifikan dipicu oleh aksi technical rebound pasca-meredanya tekanan jual ekstrem dari efek rebalancing indeks MSCI akhir pekan lalu. Investor domestik memanfaatkan momentum ini dengan melakukan aksi borong (bargain hunting) terhadap saham saham berkapitalisasi besar yang harganya sudah terdiskon. Sentimen positif ini berhasil meredam arus keluar modal asing yang intensitasnya mulai melandai. Secara global, pelaku pasar merespons positif meredanya kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat pasca-rilis data PCE yang stabil, yang memberikan ruang bagi aset-aset di pasar berkembang (emerging markets) untuk bernapas. Sementara dari dalam negeri, katalis penguat datang dari rilis data inflasi Mei yang tetap terkendali dalam sasaran Bank Indonesia serta aktivitas manufaktur yang solid, memberikan kepastian kepada investor bahwa fundamental ekonomi domestik tetap kokoh di tengah volatilitas nilai tukar Rupiah. Pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.050 – 6.300. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti LPPF, TAPG, dan APEX.