Pada perdagangan Rabu 10 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 5.902,38 menguat +2,71%. Transaksi IHSG sebesar Rp31,73 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp2,93 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham domestik berhasil mempertahankan zona hijau berkat adanya peralihan dari sentimen psikologis menjadi aliran dana riil (inflow transition). Penguatan indeks ditopang oleh realisasi eksekusi aksi beli kembali (buyback) saham-saham BUMN oleh bank Himbara serta aksi bargain hunting lanjutan dari investor domestik yang memanfaatkan momentum harga terdiskon. Secara global, penguatan IHSG didukung oleh kelanjutan koreksi teknis indeks dolar AS (DXY) yang mengurangi tekanan devaluasi mata uang berkembang, penurunan imbal hasil obligasi AS (US Treasury 10-Year), serta stabilisasi harga minyak mentah Brent di kisaran US$98 per barel seiring meredanya tensi di Selat Hormuz. Sementara dari dalam negeri, katalis positif utama datang dari keberhasilan kebijakan RDG Darurat Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah ke kisaran Rp17.920 per dolar AS, serta pernyataan menteri keuangan terkait penyesuaian postur KEM-PPKF RAPBN 2027 yang fleksibel dan kredibel guna memulihkan kepercayaan jangka panjang investor. Pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.650 – 6.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti SSMS, MORA, dan MEDS.