Daily Research 12 Juni 2026

Pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 5.886,03 melemah -0,28%. Transaksi IHSG sebesar Rp22,27 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp261 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham domestik mengalami koreksi wajar akibat kondisi jenuh beli dan kelelahan daya beli (buying exhaustion) jangka pendek setelah sempat melonjak hampir 10% dalam dua hari sebelumnya. Pelemahan ini didorong oleh aksi ambil untung (profit taking) massal oleh investor domestik untuk mengamankan keuntungan (lock profit), terutama setelah menyadari sifat intervensi buyback saham BUMN oleh emiten Himbara yang mulai terbatas volumenya. Secara global, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sikap berhati-hati (wait and see) para pelaku pasar global menjelang pengumuman suku bunga dari rapat FOMC The Fed, fluktuasi imbal hasil obligasi AS (US Treasury Yield), serta menghidupnya kembali indeks dolar AS (DXY) secara terbatas. Pelemahan bursa saham utama regional Asia (seperti Nikkei dan Hang Seng) serta koreksi emiten energi akibat penurunan harga minyak mentah Brent ke kisaran US$98 per barel turut menularkan sentimen risk-off ke bursa domestik. Sementara dari dalam negeri, investor masih terus mencermati efektivitas kenaikan BI Rate darurat sebesar 5,50% dalam menjaga nilai tukar Rupiah untuk jangka menengah di tengah minimnya katalis positif baru menjelang akhir pekan. Pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.550 – 6.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti INTP, HUMI, dan KEEN.


Lastest Post