Daily Research 17 Juni 2026

Pada perdagangan Senin 15 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 6.254,97 menguat +4,12%. Transaksi IHSG sebesar Rp30,14 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp107 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham domestik mencatatkan performa luar biasa didorong oleh efek kepercayaan berlanjut (inflow continuation) pasca-kepastian indikator makroekonomi yang rilis secara positif. Sentimen utama datang dari rilis data neraca perdagangan Mei 2026 oleh BPS yang kembali mencatatkan surplus, dikombinasikan dengan masuknya aliran dana riil lanjutan dari aksi buyback saham BUMN oleh emiten Himbara serta akumulasi awal terkait rebalancing indeks global FTSE Russell pada saham saham big caps. Secara global, The Fed yang mengindikasikan penahanan kenaikan suku bunga, yang memicu penurunan lanjutan imbal hasil US Treasury 10-Tahun serta pelemahan indeks dolar AS (DXY). Selain itu, stabilitas harga minyak mentah Brent di kisaran US$96 - US$97 per barel berkat kelanjutan diplomasi AS-Iran turut meredakan risiko ekonomi global. Sementara dari dalam negeri, penguatan indeks disokong oleh kestabilan nilai tukar Rupiah serta masuknya kembali likuiditas ritel karena fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Di pertengahan pekan, pelaku pasar diproyeksikan akan mulai bersikap wait and see mengantisipasi dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni terkait keputusan suku bunga acuan. Pada perdagangan Rabu 17 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.000 – 6.350. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti BNBR, SSIA, dan FORE.


Lastest Post