Pada perdagangan Jumat 12 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 6.007,65 menguat +2,07%. Transaksi IHSG sebesar Rp21,68 Triliun serta investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp287 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham domestik berhasil mencatatkan penguatan besar didorong oleh konfirmasi dasaran pasar (bottoming out) pasca-peredaan risiko fiskal. Sentimen positif bersumber dari komitmen pemerintah dalam menata ulang dan mengefisiensikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meredakan kecemasan pelaku pasar atas risiko pembengkakan defisit fiskal jangka panjang. Secara global, sentimen positif didorong oleh dibukanya jalur diplomasi baru antara AS dan Iran yang meredakan ketegangan geopolitik, serta penurunan harga minyak mentah Brent ke kisaran US$98 per barel yang memangkas ekspektasi hiperinflasi energi. Hal ini memicu melunaknya indeks dolar AS (DXY) dan menstabilkan bursa saham regional Asia di zona hijau. Sementara dari dalam negeri, penguatan indeks didukung oleh aliran dana riil lanjutan eksekusi buyback saham BUMN oleh institusi besar (seperti Himbara, Danantara, dan BPJS) pada saham blue chip, penurunan yield SBN, serta apresiasi nilai tukar Rupiah ke kisaran Rp17.900-an per dolar AS. Di awal pekan, pelaku pasar juga akan mulai bersikap antisipatif menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Juni mendatang yang diproyeksikan berpotensi menaikkan BI Rate sebesar 25 bps lagi menjadi 5,75%. Pada perdagangan Senin 15 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.780 – 6.110. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti HRUM, INCO, dan VKTR.