Daily Research 4 Juni 2026

Pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 65.941,07 melemah -4,11%. Transaksi IHSG sebesar Rp25,25 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp864 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah ekstrem hingga menembus ke bawah level psikologis 6.000, dipicu oleh kepanikan massal investor akibat eskalasi sentimen negatif domestik dan eksternal secara bersamaan. Tekanan jual tidak hanya dimotori oleh investor asing, melainkan juga kepanikan investor domestik menyusul hasil rating Moody’s terhadap PT Danantara Inverment Management di level Baa2 dengan outlook negatif. Secara global, sentimen negatif datang dari meningkatnya kembali ketegangan geopolitik yang memicu lonjakan harga komoditas energi, meningkatkan kekhawatiran inflasi global yang berkepanjangan (sticky inflation), serta memicu aksi hindari risiko (risk-off) global dari aset-aset negara berkembang. Sementara dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada langkah-langkah darurat yang akan diambil oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menstabilkan pasar keuangan domestik, di tengah upaya menahan laju pelemahan nilai tukar Rupiah yang kembali tertekan mendekati level Rp18.000/US$ akibat guncangan pasar saham ini. Pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.850 – 6.050. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti PWON, TSPC, dan IMPC.


Lastest Post