Daily Research 5 Juni 2026

Pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 5.839,78 melemah -1,7%. Transaksi IHSG sebesar Rp25,54 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,43 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham melanjutkan kejatuhannya untuk hari kedua beruntun, didorong oleh kepanikan lanjutan (panic selling) yang meluas ke seluruh sektor pasca-tumbangnya level psikologis 6.000 kemarin. Sentimen negatif domestik diperparah oleh kecemasan pelaku pasar terhadap stabilitas sistem keuangan akibat melesatnya yield obligasi pemerintah, yang mencerminkan tingginya premi risiko berinvestasi di Indonesia saat ini. IHSG diprediksi bergerak untuk menguji batas support krusial di kisaran 5.750 - 5.810, meskipun ruang pelemahan diperkirakan mulai terbatas mengingat indikator teknikal yang sudah menunjukkan area jenuh jual ekstrem (deeply oversold). Secara global, investor cenderung mengamankan modal ke aset aman (safe haven) seiring meroketnya kembali indeks dolar AS (DXY) ke level tertinggi barunya, yang kian mencekik nilai tukar mata uang regional termasuk Rupiah. Sementara dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada intervensi verbal maupun riil dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta kejelasan kebijakan stimulus fiskal pemerintah yang diharapkan mampu meredam kepanikan pasar sebelum penutupan pekan ini. Pada perdagangan Jumat 5 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.750 – 6.050. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ITMG, PGEO, dan TINS.


Lastest Post