Daily Research 18 Mei 2026

Pada perdagangan Rabu 13 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.723,32 melemah -1,98%. Transaksi IHSG sebesar Rp19,79 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,35 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah tajam dipicu oleh respons negatif pasar terhadap hasil MSCI Semi Annual Index Review (SAIR) periode Mei 2026 yang mengumumkan pengeluaran enam saham berkapitalisasi besar dari MSCI Global Standard Index, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Sentimen ini memicu tekanan jual besar-besaran, terutama pada saham AMMN yang ambles lebih dari 11%. Pelemahan indeks diperparah oleh nilai tukar Rupiah yang terus merosot hingga menyentuh level Rp17.515/US$ akibat berkurangnya kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. IHSG diprediksi masih rawan terkoreksi pada perdagangan minggu ini disebabkan banyak sentimen negatif dari sisi mata uang yang terus melemah serta minimnya kebijakan pemerintah untuk intervensi. Secara global, pelaku pasar dikagetkan oleh rilis data inflasi AS (CPI) April yang melonjak ke 3,8% (yoy), melampaui ekspektasi dan memperkuat potensi suku bunga tinggi yang lebih lama (higher for longer). Sementara dari dalam negeri, fokus investor tertuju pada polemik angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 serta langkah-langkah intervensi Bank Indonesia di pasar valas untuk meredam volatilitas Rupiah yang kian mendekati level psikologis baru di Rp18.000/US$. Pada perdagangan Senin 18 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.500 – 6.850. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti TAPG, BNGA, dan SPTO.


Lastest Post