Daily Research 13 Mei 2026

Pada perdagangan Selasa 12 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.858,89 melemah -0,68%. Transaksi IHSG sebesar Rp16,29 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp799 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah dipicu oleh sikap antisipatif investor menjelang rilis hasil MSCI Semi Annual Index Review (SAIR) yang dijadwalkan pada dini hari waktu Indonesia, di mana terdapat kekhawatiran akan adanya pencoretan (exclusion) beberapa saham domestik dari indeks global tersebut. Sentimen negatif ini diperberat oleh pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus level psikologis baru Rp17.507/US$, yang memicu kekhawatiran terhadap foreign exchange risk lebih tinggi. Meskipun demikian, pelemahan indeks tertahan oleh langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menunda kenaikan royalti tambang, sehingga memberikan nafas bagi saham-saham sektor energi dan mineral. IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif pada perdagangan esok dengan fokus utama pada reaksi pasar terhadap pengumuman resmi MSCI serta upaya stabilisasi Rupiah. Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada pembentukan Satgas Khusus Investasi oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjaga iklim investasi di tengah volatilitas pasar, serta antisipasi pasar terhadap evaluasi lanjutan status Emerging Market Indonesia yang dijadwalkan pada Juni 2026 mendatang. Pada perdagangan Rabu 13 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.750 – 7.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti EXCL, ADRO, dan PTRO.


Lastest Post