Daily Research 11 Mei 2026

Pada perdagangan Jumat 8 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.969,39 melemah -2,86%. Transaksi IHSG sebesar Rp36,09 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp485 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah tajam dipicu oleh rilisnya wacana pemerintah untuk menerapkan pajak baru untuk sektor komoditas mineral yang disebut sebagai Windfall Tax serta menaikkan royalti minerba melalui revisi PP19/2025 untuk meningkatkan penghasilan negara. Pelemahan tajam nilai tukar Rupiah yang menembus level Rp17.355 per dolar AS menjadi sentimen tambahan. IHSG diprediksi masih rawan bergerak di zona merah dengan potensi pelemahan lanjutan guna menguji level support psikologis berikutnya di kisaran 6.850 - 6.900. Secara global, pelaku pasar akan mencermati dampak rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (Non-Farm Payroll) serta potensi gejolak pasar menjelang pengumuman peninjauan indeks MSCI pada 12 Mei mendatang. Sementara dari dalam negeri, fokus investor tertuju pada rilis data cadangan devisa serta respons pasar terhadap tujuh kebijakan baru Bank Indonesia yang diharapkan mampu meredam volatilitas nilai tukar dan menahan aksi jual bersih investor asing. Pada perdagangan Senin 11 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.850 – 7.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti PNBN, MIKA, dan ELTY.


Lastest Post