Daily Research 8 Mei 2026

Pada perdagangan Kamis 7 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 7.174,32 menguat +1,15%. Transaksi IHSG sebesar Rp23,19 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp360 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak menguat didorong oleh euforia pasar global menyusul harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu penurunan harga minyak dunia, serta didukung sentimen domestik dari langkah intervensi Bank Indonesia melalui tujuh kebijakan baru untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah. IHSG diprediksi masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level resistance berikutnya di kisaran 7.200 - 7.230, meskipun investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah reli panjang sepekan ini. Sentimen global yang akan menjadi fokus utama adalah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (Non Farm Payroll) periode April yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Sementara itu, berita domestik yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah implementasi aturan baru ekspor yang diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa negara. Pada perdagangan Jumat 8 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.100 – 7.240. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti SCMA, BUKA, dan MTEL.


Lastest Post