2026-04-09 07:50:11 | category : BIS | company id : COMD
09828189 IQPlus, (9/4) - Harga minyak naik pada hari Kamis setelah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar beberapa elemen dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu, meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan dapat meningkat lagi dan mengganggu pasokan energi. Harga minyak mentah Brent berjangka internasional untuk pengiriman Juni naik 2,52% menjadi $97,14 sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka untuk Mei naik 2,72% menjadi $96,96 per barel. Pergerakan ini terjadi sehari setelah harga minyak mentah AS mencatat penurunan harian terbesar sejak tahun 2020. Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, mengatakan pada hari Rabu bahwa Washington telah melanggar ketentuan kesepakatan gencatan senjata. "Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berasal dari pelanggaran berulang-ulang terhadap semua bentuk komitmen sebuah pola yang sayangnya telah terulang kembali," kata Ghalibaf dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial. Ghalibaf mengatakan tiga elemen dari proposal gencatan senjata 10 poin Iran telah dilanggar: serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, sebuah drone yang memasuki wilayah udara Iran, dan apa yang ia gambarkan sebagai penolakan hak Teheran untuk memperkaya uranium. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa di Amerika Serikat bahwa proposal Iran dapat menjadi dasar untuk pembicaraan. Wakil Presiden JD Vance menanggapi tuduhan tersebut saat melakukan perjalanan ke Hongaria pada hari Rabu. "Gencatan senjata selalu rumit," kata Vance, menanggapi insiden drone yang dilaporkan di wilayah udara Iran. Ia menambahkan bahwa Washington berpendapat Iran tidak boleh diizinkan untuk memperkaya uranium, dan mengatakan bahwa gencatan senjata apa pun yang mencakup Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian tersebut. Sekarang harga minyak di bawah $100 per barel, kilang minyak harus "menggunakan kesempatan ini untuk melanjutkan pembelian yang lebih oportunistik," kata wakil presiden pasar komoditas Rystad Energy, Janiv Shah. "Namun, periode transisi itu sendiri dapat menghadirkan tantangan berikutnya. Jika kilang menunda pembelian dengan mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut sementara aliran fisik tetap terbatas, kelangkaan produk dapat memburuk bahkan di tengah de-eskalasi," tambahnya. (end/CNBC)
| Tanggal | Category | Headline | Details |
|---|---|---|---|
| 2026-04-09 07:50:11 | BIS | HARGA MINYAK NAIK PADA KAMIS PAGI | 09828189 IQPlus, (9/4) - Harga minyak naik pada hari Kamis setelah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar beberapa elemen dari kesepakatan gencatan... Readmore |
| 2026-04-09 07:48:16 | BIS | FREEPORT SEBUT TINGKAT PRODUKSI TAMBANG PASCALONGSOR CAPAI 50 PERSEN | 09828046 IQPlus, (9/4) - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan tingkat produksi tambang setelah insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasb... Readmore |
| 2026-04-09 07:31:04 | BIS | ASTRA KOMITMEN DAMPINGI TRANSFORMASI DESA BERBASIS POTENSI LOKAL | 09827053 IQPlus, (9/4) - Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menegaskan komitmen untuk mendampingi transformasi desa berbasis potensi loka... Readmore |
| 2026-04-09 07:44:08 | BIS | MENDAG PASTIKAN TATA NIAGA GULA DAN IMPOR ETANOL DIATUR KETAT | 09827822 IQPlus, (9/4) - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso memastikan tata niaga gula dan impor etanol diatur secara ketat melalui berbagai... Readmore |
| 2026-04-09 07:28:50 | BIS | BANK DUNIA NILAI DAMPAK TARIF AS TERHADAP EKSPOR RI RELATIF KECIL | 09826918 IQPlus, (9/4) - Bank Dunia menilai bahwa dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS) termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Ind... Readmore |