Pada perdagangan Selasa 31 Maret 2026, IHSG ditutup pada level 7.048,22 melemah -0,61%. Transaksi IHSG sebesar Rp14,97 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,17 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham Indonesia pada 31 Maret 2026 ditutup cenderung melemah terbatas setelah bergerak volatil sepanjang perdagangan. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh aksi profit taking investor setelah penguatan sebelumnya serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi global sepanjang Bulan Maret dan kuartal pertama 2026. Dari sisi global, sentimen masih dibayangi oleh ketidakpastian konflik Amerika Serikat–Iran yang menjaga harga minyak tetap tinggi di atas US$100 per barel serta ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama oleh Federal Reserve, yang menekan minat risiko di emerging markets. Sementara dari domestik, pasar dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap tekanan fiskal akibat potensi kenaikan subsidi energi serta pergerakan rupiah yang cenderung melemah, sehingga menahan laju penguatan IHSG. Pada perdagangan Rabu 1 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.900 – 7.160. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti TINS, PGEO, dan NRCA.