Daily Research 27 April 2026

Pada perdagangan Jumat 24 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.129,49 melemah -3,38%. Transaksi IHSG sebesar Rp24,34 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp3,02 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup melemah signifikan dipicu oleh outflow masif investor asing disebabkan kekhawatiran terhadap potensi resiko kurs mata uang disebabkan rupiah yang terus melemah serta keputusan MSCI yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia. Potensi dikeluarkannya saham Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi pada indeks IDX80, LQ45, dan IDX30 yang menyebabkan saham konglomerasi terkoreksi menjadi pemberat IHSG. Pasar diprediksi masih rawan melanjutkan pelemahan untuk menguji level psikologis 7.000 seiring dengan potensi terbentuknya death cross di indikator MACD dan tingginya tekanan jual investor asing pada saham-saham bluechip. Sentimen global yang akan sangat menentukan adalah penantian pasar terhadap rilis data PDB kuartal I Amerika Serikat serta hasil pertemuan FOMC yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah. Sementara itu, dari level domestik, pelaku pasar akan mencermati efektivitas intervensi Bank Indonesia dalam menstabilkan Rupiah di kisaran Rp17.200 - Rp17.300 serta kelanjutan rilis laporan keuangan emiten perbankan besar yang diharapkan mampu menahan laju penurunan indeks lebih lanjut. Pada perdagangan Senin 27 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.000 – 7.200. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti AGII, JARR, dan WMUU.


Lastest Post