Daily Research 24 April 2026

Pada perdagangan Kamis 23 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.378,60 melemah -2,16%. Transaksi IHSG sebesar Rp20,49 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,36 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup melemah tajam dipicu oleh kepanikan pasar global akibat aksi Iran yang kembali memblokade Selat Hormuz sehingga melambungkan harga minyak Brent ke US$101 per barel. Sementara secara domestik, pasar dihantam sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemah sepanjang masa (all-time low) di level Rp17.315 per dolar AS. Rilis laporan mengenai saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi yang akan dikeluarkan dari Indeks LQ45 dan IDX30 membuat BREN dan DSSA terkoreksi tajam yang menjadi pemberat IHSG. Diprediksi bahwa IHSG masih rawan melanjutkan koreksi teknikal untuk menguji level support psikologis berikutnya seiring dengan tingginya tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar. Sentimen global yang akan sangat menentukan arah pasar adalah rilis data Initial Jobless Claims dan indeks manufaktur (PMI) Amerika Serikat yang akan memberikan petunjuk mengenai ketahanan ekonomi AS di tengah gejolak energi dunia. Sementara dari dalam negeri, investor akan memantau langkah intervensi darurat Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah serta reaksi pasar terhadap berlanjutnya aksi jual pada saham-saham grup konglomerasi besar yang terdampak sentimen negatif MSCI. Pada perdagangan Jumat 24 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.200 – 7.500. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti BBNI, TOWR, dan SRSN


Lastest Post