Pada perdagangan Rabu 29 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.101,23 menguat +0,41%. Transaksi IHSG sebesar Rp17,24 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp986 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham sempat terperosok ke zona merah di sesi pertama dan berbalik menguat yang didorong oleh aksi rebound teknikal pada sektor industri dan teknologi, namun dibatasi oleh sentimen negatif global akibat lonjakan harga minyak Brent ke US$113,07 per barel serta berlanjutnya aksi jual bersih investor asing di pasar domestik. IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah (sideways to lower) guna menguji area support di kisaran 7.000 – 7.040 seiring dengan sikap waspada investor menanti hasil akhir pertemuan FOMC. Sentimen global yang akan berdampak signifikan adalah pengumuman kebijakan suku bunga The Fed dan pidato Jerome Powell yang diprediksi tetap hawkish menyusul perluasan blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat yang mengancam stabilitas energi dunia. Sementara itu, berita domestik yang sedang panas dan akan memengaruhi pasar adalah rilis data inflasi April 2026 yang diperkirakan melonjak akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi serta tekanan pada nilai tukar Rupiah yang masih tertahan di level psikologis berat Rp17.300 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis 30 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.000 – 7.200. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti BBYB, SMGR, dan PDPP.