Pada perdagangan Senin 4 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.971,95 menguat +0,22%. Transaksi IHSG sebesar Rp21,17 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp791 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak rebound didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul inisiatif Project Freedom oleh Amerika Serikat di Selat Hormuz, serta data inflasi domestik April 2026 yang tercatat terkendali di angka 2,42% (yoy). IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung terkonsolidasi seiring dengan upaya indeks untuk kembali menembus dan bertahan di atas level psikologis 7.000. Secara global, perhatian investor akan tertuju pada pergerakan harga minyak mentah dunia yang mulai melandai serta reli saham sektor teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) di bursa Asia yang diharapkan dapat memberikan spillover positif ke pasar domestik. Sementara itu, dari dalam negeri, pasar akan mencermati dampak pemberlakuan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi porsi pendapatan aplikator transportasi daring, serta rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal I-2026 yang menjadi penentu arah kebijakan investasi di bulan Mei. Pada perdagangan Selasa 5 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.700 – 7.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti PTBA, TLKM, dan MORA.