Daily Research 6 April 2026

Pada perdagangan Kamis 2 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.026,78 melemah -2,19%. Transaksi IHSG sebesar Rp12,79 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp864 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham Indonesia ditutup melemah tajam sepanjang perdagangan seiring tekanan jual yang kembali muncul di beberapa saham big caps. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global berupa penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi, kembali memanaskan perang antara Amerika Serikat dengan Iran, serta aksi profit taking setelah rebound sebelumnya dan sikap wait and see investor. Untuk satu minggu ke depan, IHSG berpotensi melemah tajam serta volatil disebabkan berbagai sentimen negatif dari global dan domestik. Dari sisi global untuk awal pekan April 2026, pasar akan mencermati perkembangan konflik Amerika Serikat–Iran serta pergerakan harga minyak dunia yang masih berisiko tinggi dan dapat kembali memicu inflasi global serta risk-off sentiment. Sementara dari domestik, perhatian investor tertuju pada stabilitas rupiah, kondisi fiskal terkait subsidi energi, serta telah dirilisnya daftar saham terkonsentrasi tinggi yang dapat mempengaruhi pergerakan saham berkapitalisasi besar. Pada perdagangan Senin 6 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.750 – 6.930. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ADMR, STAA, dan ABMM.


Lastest Post