Daily Research 8 Juli 2026

Pada perdagangan Selasa 7 Juli 2026, IHSG ditutup pada level 5.986,49 menguat +1,19%. Transaksi IHSG sebesar Rp10,39 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp205 Miliar di Pasar Reguler. Lonjakan tajam bursa saham domestik membawa indeks selangkah lagi menuju level psikologis utama 6.000, didorong oleh kembalinya kepercayaan diri pasar secara penuh. Pendorong utama kenaikan ini adalah beredarnya rumor kuat terkait rencana Bank Indonesia mengkaji pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) guna menyuntikkan stimulus likuiditas ke sektor perbankan, yang langsung memicu aksi borong pada saham-saham perbankan big caps. Selain itu, kinerja laporan keuangan Semester I 2026 emiten sektor konsumer yang melampaui ekspektasi turut membuktikan ketangguhan konsumsi domestik di tengah era suku bunga tinggi. Secara global, penguatan IHSG ditopang oleh aksi short-covering massal oleh fund manager internasional di bursa Asia pasca-melandainya data ketenagakerjaan AS pekan lalu. Ditambah lagi, muncul spekulasi mengenai rotasi dana asing (inflow) dari bursa Tiongkok yang mulai berpindah ke pasar berkembang ASEAN karena valuasi yang jauh lebih murah. Menjelang perdagangan hari Rabu, fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada kemampuan indeks untuk bertahan di atas level 6.000 serta sensitivitas pergerakan harga saham terhadap klarifikasi resmi dari Bank Indonesia mengenai rumor pelonggaran likuiditas perbankan tersebut. Pada perdagangan Rabu 8 Juli 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.740 – 6.050. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti PGEO, HRUM, dan CUAN.


Lastest Post