Daily Research 6 Juli 2026

Pada perdagangan Jumat 3 Juli 2026, IHSG ditutup pada level 5.875,78 menguat +2,28%. Transaksi IHSG sebesar Rp10,54 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp16 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham domestik mengalami reli kenaikan ditengarai akibat dari pelaku pasar dan fund manager asing memanfaatkan momentum awal semester baru untuk melakukan pembelian kembali secara agresif (short-squeeze) pada saham-saham perbankan big caps yang valuasinya sudah terdiskon terlalu dalam (undervalued), bersamaan dengan aksi borong spekulatif pada saham komoditas menyusul ekspektasi moncer pada proyeksi awal kinerja laporan keuangan kuartal II-2026. Saham bluechip dengan potensi pemberian dividen tinggi di tahun ini dan tahun depan bisa menjadi pilihan investor dalam rebalancing portofolio. Secara global, lonjakan tajam IHSG mendapat dorongan kuat dari rilis indikator ketenagakerjaan mingguan AS (pre-Non-Farm Payrolls) yang mendingin, sehingga meredam kekhawatiran atas kebijakan higher-for-longer The Fed. Hal ini memicu angin segar bagi bursa saham emerging markets regional Asia untuk melaju kencang. Pada perdagangan Senin 6 Juli 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.740 – 6.050. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti BRIS, PGAS, DEWA.


Lastest Post