Pada perdagangan Selasa 9 Juni 2026, IHSG ditutup pada level 5.746,65 menguat +7,57%. Transaksi IHSG sebesar Rp28,01 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp2,59 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham domestik mengalami pembalikan arah secara dramatis (massive technical rebound) setelah mengalami jenuh jual yang sangat akut. Lonjakan persentase yang luar biasa ini dimotori oleh aksi borong massal investor institusi domestik dan ritel melalui short covering pada saham-saham blue chips sektor energi dan barang baku yang harganya sudah terdiskon ekstrem. Masuknya aliran dana domestik yang merespons rencana buyback saham BUMN oleh Himbara ini terbukti sangat solid untuk membalikkan arah indeks sekaligus meredam tekanan jual asing. Secara global, meroketnya IHSG searah dengan menghijaunya bursa regional Asia (seperti KOSPI dan Nikkei) setelah indeks dolar AS (DXY) mulai mengalami koreksi teknis dan harga minyak mentah Brent stabil karena meredanya ketegangan di Selat Hormuz. Sementara dari dalam negeri, stimulus psikologis utama datang dari langkah mengejutkan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50% di luar jadwal resmi. Intervensi darurat KSSK ini berhasil menstabilkan nilai tukar Rupiah ke bawah level Rp18.000/US$, memberikan sinyal kuat kepada investor bahwa otoritas siap menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Pada perdagangan Rabu 10 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.260 – 5.500. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti BNBR, BIPI, dan TOBA.