Pada perdagangan Jumat 10 Juli 2026, IHSG ditutup pada level 5.924,36 menguat +0,20%. Transaksi IHSG sebesar Rp8,86 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp284 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham domestik sempat tergelincir ke zona merah akibat tingginya tekanan aksi ambil untung pasca-rebound hari sebelumnya dan kekhawatiran risiko akhir pekan tetapi rebound karena aksi beli di menit-menit akhir. Sentimen pasar juga terbantu oleh meredanya kepanikan awal terkait isu pemantauan Frontier Market oleh S&P yang mulai priced-in. Secara global, penguatan tipis IHSG tertopang oleh performa positif mayoritas bursa saham utama Asia (seperti Nikkei dan Hang Seng) yang kompak bergerak di zona hijau, sehingga membatasi ruang koreksi indeks domestik. Memasuki perdagangan hari Senin, arah indeks akan sangat ditentukan oleh respons pelaku pasar terhadap perkembangan berita geopolitik Timur Tengah sepanjang weekend sebelumnya, serta kelanjutan sentimen musim rilis laporan keuangan kuartal II-2026 yang diperkirakan akan memicu reli lanjutan pada saham-saham sektor pertambangan dan material dasar jika didukung oleh fundamental yang solid. Pada perdagangan Senin 13 Juli 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.740 – 6.050. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ADMR, ANTM, dan BIPI.