Pada perdagangan Selasa 14 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.675,95 menguat +2,34%. Transaksi IHSG sebesar Rp24,85 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp48 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup menguat tajam hingga menjadi salah satu indeks dengan performa terbaik di Bursa Asia. Penguatan tajam ini didorong oleh ekspektasi pasar global terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta sentimen domestik dari data retail sales Februari 2026 yang tumbuh solid sebesar 6,5% (yoy). IHSG diprediksi berpotensi melanjutkan penguatan terbatas namun rawan aksi profit taking seiring posisi indeks yang mulai mendekati area jenuh beli. Investor secara global akan mencermati perkembangan lebih lanjut dari negosiasi geopolitik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap fluktuasi harga minyak mentah yang sangat sensitif terhadap risiko inflasi dunia. Sementara di level domestik, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada tekanan nilai tukar Rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.100-an/US$ serta dampak pemberlakuan lima kebijakan baru OJK terkait transparansi kepemilikan saham (Ultimate Beneficial Owner) yang mulai efektif memperketat pengawasan pasar modal Indonesia. Pada perdagangan Rabu 15 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.300 – 7.650. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ANTM, BMRI, dan DKFT.