Daily Research 16 April 2026

Pada perdagangan Rabu 15 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.623,58 melemah -0,68%. Transaksi IHSG sebesar Rp22,61 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,23 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup ditutup terkoreksi setelah mengalami aksi ambil untung pasca penguatan signifikan di satu minggu sebelumnya. Pergerakan ini dipicu oleh sikap wait and see investor global terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat yang tetap tinggi serta tekanan domestik akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap terusnya pelemahan rupiah yang berpotensi memberikan dampak negatif akibat foreign exchange risk pada investasi oleh pihak asing. IHSG diprediksi akan bergerak terkoreksi jangka pendek dengan kecenderungan melemah terbatas seiring minimnya katalis positif baru. Secara global, pasar modal Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh pernyataan terbaru dari pejabat The Fed mengenai arah kebijakan suku bunga serta dampaknya terhadap aliran modal keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets). Sementara itu, fokus utama di level domestik akan tertuju pada rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan Maret yang diperkirakan mengalami penyusutan surplus akibat kenaikan nilai impor bahan baku industri. Pada perdagangan Kamis 16 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.500 – 7.670. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti KLBF, NISP, dan PGAS.


Lastest Post