Pada perdagangan Kamis 16 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.621,38 melemah -0,03%. Transaksi IHSG sebesar Rp18,14 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,01 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup melemah akibat tekanan jual yang masif pada sektor perbankan dan emiten konglomerasi di sesi penutupan. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen global terkait sinyal hawkish lanjutan dari The Fed yang memperpanjang periode suku bunga tinggi, sementara secara domestik, pasar merespons negatif data neraca perdagangan yang mencatatkan surplus lebih rendah dari ekspektasi pasar. IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan potensi cenderung koreksi jangka pendek akibat aksi profit tinggi setelah IHSG naik signifikan dalam 1 minggu terakhir. Sentimen global yang akan menjadi perhatian utama investor adalah rilis data manufaktur terbaru dari Tiongkok yang dapat memengaruhi prospek permintaan komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional. Sementara itu, berita domestik yang akan berdampak signifikan adalah pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mengenai kebijakan suku bunga acuan. Pada perdagangan Jumat 17 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.500 – 7.670. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti HRTA, SMGR, dan DEWI.