Pada perdagangan Senin 18 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.599,24 melemah -1,85%. Transaksi IHSG sebesar Rp20,72 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp460 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah tajam dipicu oleh kelanjutan efek berantai pasca pengumuman rebalancing indeks global MSCI dan sinyal keras dari FTSE Russell yang berencana menghapus saham saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) seperti DSSA dan BREN. Sentimen panic selling ini membuat indeks sempat anjlok lebih dari 4% ke level psikologis 6.398 pada sesi pertama karena tekanan hebat pada emiten big caps (termasuk AMMN, TPIA, CUAN, dan AMRT), sebelum akhirnya berhasil memangkas sebagian pelemahan di akhir sesi. Selain itu, akumulasi koreksi bursa Asia selama libur panjang domestik pekan lalu ikut membebani pergerakan indeks. IHSG diprediksi masih berpotensi bergerak volatil cenderung melemah terbatas pada perdagangan esok guna menguji area support baru di rentang 6.450 - 6.530 di tengah rotasi modal ke aset aman. Pada perdagangan Selasa 19 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.400 – 6.700. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti SUPA, BFIN, dan ANTM.