Pada perdagangan Rabu 22 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.541 melemah -0,24%. Transaksi IHSG sebesar Rp18,15 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,04 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup melemah setelah sempat tertekan hingga level 7.513. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari keputusan MSCI yang tetap membekukan tinjauan konstituen saham Indonesia, mengeluarkan saham berkapitalisasi besar seperti BREN dan DSSA dari indeks MSCI, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah akibat tertundanya pembicaraan damai AS-Iran. IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas menguji area support di rentang 7.500-7.520 di tengah minimnya katalis positif baru. Secara global, pelaku pasar akan mencermati rilis data Initial Jobless Claims dan indeks manufaktur (PMI) Amerika Serikat yang akan memberikan gambaran kekuatan ekonomi AS terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Sementara itu, dari sisi domestik, fokus utama investor tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal I-2026 para emiten perbankan besar dan reaksi pasar terhadap stabilisasi nilai tukar Rupiah yang masih tertahan di atas level Rp17.100 per dolar AS setelah BI menetapkan suku bunga tetap. Pada perdagangan Kamis 23 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.460 – 7.620. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti BBTN, INET, dan SSMS.