Pada perdagangan Jumat 17 April 2026, IHSG ditutup pada level 7.634 menguat +0,17%. Transaksi IHSG sebesar Rp15,97 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp746 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham ditutup menguat terbatas setelah berhasil membalikkan keadaan dari zona merah menjelang akhir sesi. Pergerakan ini didorong oleh optimisme pasar global menyusul data manufaktur Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan, tetapi minimnya sentimen dari domestik memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi taking profit terlebih dahulu. Di minggu ini, IHSG diprediksi akan bergerak cenderung melemah seiring dengan gagalnya breakout dari resisten ditambah sentimen harga bahan bakar non-subsidi yang meningkat. Sentimen global yang akan mendominasi pasar adalah masih panasnya serta ketidakstabilan kondisi di Selat Hormuz yang buka-tutup. Sementara itu, dari sisi domestik, fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada perkiraan pergerakan dana asing setelah rilis berita kenaikan harga bensin non-subsidi yang dikhawatirkan dapat meningkatkan inflasi tinggi serta membuat rupiah semakin melemah. Pada perdagangan Senin 20 April 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.300 – 7.670. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti EMAS, MDKA, dan MOLI.