Pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026, IHSG ditutup pada level 7.106,84 menguat +1,20%. Transaksi IHSG sebesar Rp24,54 T serta investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp155 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka menguat. IHSG berbalik menguat sekitar 1% didorong oleh rebound teknikal setelah koreksi dalam, mulai meredanya sentimen global, stabilnya rupiah, serta adanya akumulasi dan aliran dana asing menjelang libur panjang. Dalam sepekan terakhir sepanjang libur panjang, pasar global dibayangi ketegangan geopolitik Timur Tengah yang meningkatkan risiko inflasi energi serta ketidakpastian arah suku bunga global, sementara dari domestik muncul kekhawatiran terkait fiskal dan outlook rating Indonesia yang menekan sentimen investor. Harga komoditas emas melemah tajam karena penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi AS, yang membuat aset berbunga lebih menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, ekspektasi bahwa bank sentral seperti Federal Reserve akan menahan suku bunga tinggi lebih lama juga menekan harga emas. Pada perdagangan Rabu 25 Maret 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.744 – 7.222. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti PGEO, AUTO, dan KIJA.