News

GOLDMAN : TEMBAGA RENTAN TURUN LAGI JIKA SELAT HORMUZ MASIH TERTUTUP

2026-04-07 13:07:15 | category : BIS | company id : COMD

09646870 IQPlus, (7/4) - Tembaga rentan terhadap penurunan lebih lanjut jika Selat Hormuz tetap terblokir, demikian peringatan Goldman Sachs, seiring pasar logam bersiap menghadapi tenggat waktu Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipil. "Kami melihat risiko jangka pendek cenderung ke arah penurunan jika arus di selat tetap terganggu lebih lama dari skenario dasar kami, yang akan membuat harga energi tetap tinggi lebih lama dan kemungkinan memperlambat pertumbuhan ekonomi global," kata para analis, termasuk Aurelia Waltham. Sebagian besar logam dasar telah berada di bawah tekanan yang meningkat dalam sebulan terakhir, karena harga minyak dan gas yang melonjak mengancam untuk menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan komoditas industri. Terdapat ketidakpastian yang intens di seluruh pasar pada hari Selasa (7 April) karena investor mempertimbangkan ancaman Trump yang meningkat terhadap Teheran. Meskipun skenario dasar Goldman Sachs memperkirakan Selat Iran akan mulai dibuka kembali pada pertengahan April, para analis mengatakan bahwa harga tembaga sudah jauh di atas nilai wajarnya yang diperkirakan sekitar US$11.100 per ton. Harga telah turun sekitar 7 persen sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Tembaga masih mendapat dukungan dari pasar yang ketat di luar AS dan prospek penimbunan strategis yang meluas, kata para analis. Tetapi faktor-faktor tersebut dapat menjadi kurang menentukan jika terjadi skenario "sangat buruk" menurut bank tersebut untuk ekonomi global, tambah mereka. "Harga tembaga tidak didukung pada level saat ini oleh fundamental, sehingga rentan terhadap penurunan lebih lanjut jika prospek ekonomi memburuk dan investor mengurangi risiko," ttulis mereka. Bank tersebut memangkas perkiraan skenario dasarnya untuk tembaga tahun ini menjadi rata-rata US$12.650 per ton, turun dari US$12.850. Logam tersebut rata-rata sekitar US$12.850 per ton sepanjang tahun ini. Harga tembaga naik 0,3 persen menjadi US$12.400 per ton di London Metal Exchange pada pukul 11.25 pagi di Shanghai, sementara logam lainnya menunjukkan pergerakan yang beragam. (end/Bloomberg)



Tanggal Category Headline Details
2026-04-07 13:07:15 BIS GOLDMAN : TEMBAGA RENTAN TURUN LAGI JIKA SELAT HORMUZ MASIH TERTUTUP 09646870 IQPlus, (7/4) - Tembaga rentan terhadap penurunan lebih lanjut jika Selat Hormuz tetap terblokir, demikian peringatan Goldman Sachs, seirin... Readmore
2026-04-07 13:09:33 BIS MENTAN : STOK BERAS 4,6 JUTA TON AMAN HADAPI GEOPOLITIK DAN EL NINO 09647359 IQPlus, (7/4) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional sebesar 4,6 juta ton... Readmore
2026-04-07 13:13:21 BIS ADB KUCURKAN DANA SEBESAR US$25 JUTA UNTUK JARINGAN LISTRIK ASEAN 09647577 IQPlus, (7/4) - Bank Pembangunan Asia (ADB) pada hari Selasa (7 April) mengumumkan peluncuran dana multi-mitra pertama di Asia Tenggara unt... Readmore
2026-04-07 13:18:57 BIS SAMUEL SEKURITAS KURANGI KEPEMILIKAN SAHAM BKSL 09647924 IQPlus, (7/4) - PT. Samuel Sekuritas Indonesia selaku pemegang saham PT Sentul City Tbk. (BKSL) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya... Readmore
2026-04-07 13:22:01 BIS KADIN TEKANKAN HATI-HATI SIKAPI DINAMIKA HARGA KOMODITAS ENERGI 09648079 IQPlus (7/4) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan prinsip kehati-hatian dalam menyikapi dinamika harga komoditas energi... Readmore

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com