Daily Research 14 Juli 2026

Pada perdagangan Senin 13 Juli 2026, IHSG ditutup pada level 6.037,84 menguat +1,92%. Transaksi IHSG sebesar Rp12,16 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp412 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham domestik mengalami technical rebound yang dipicu oleh efek kejut positif dari rilis resmi lembaga pemeringkat internasional S&P. S&P menegaskan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia tetap berada pada level BBB dengan outlook stabil, yang seketika mematahkan rumor miring pekan lalu mengenai potensi penurunan ke status Frontier Market dan mengembalikan kepercayaan diri penuh pelaku pasar. Sentimen positif ini memicu pembalikan aset dan aksi beli kembali secara agresif oleh investor untuk mengamankan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang telah terlanjur murah (oversold). Secara global, tekanan eksternal mereda seiring tidak adanya eskalasi serangan susulan yang ekstrem antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah sepanjang akhir pekan. Situasi yang mendatar ini memicu kembalinya selera risiko (risk-on) global, melandainya premi risiko, serta penurunan pada Indeks Dolar AS (DXY) dan harga minyak mentah dunia. Menjelang perdagangan hari Selasa, fokus utama pasar adalah menguji konsistensi kekuatan likuiditas indeks di atas level 6.000, dengan kewaspadaan moderat terhadap potensi aksi ambil untung kilat (intraday profit taking) oleh para trader harian di sesi kedua pasca-kenaikan tajam hari Senin. Pada perdagangan Selasa 14 Juli 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.840 – 6.220. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti BRMS, AMMN, dan CDIA.


Lastest Post